BANGKA, infobabel
Hujan lebat mengguyur wilayah Kepulauan Bangka Belitung disertai adanya potensi tinggi gelombang laut mencapai 2,5 meter pada Kamis (4/12/2025).
Masyarakat pesisir khususnya nelayan diimbau waspada, karena dalam waktu bersamaan ada kemungkinan banjir rob yang mengintai.
“Tinggi gelombang 1,25 meter sampai 2,5 meter berpeluang terjadi sampai 6 Desember 2025. Kami sampaikan agar nelayan meningkatkan kewaspadaan,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka Belitung Ridwan, Kamis.
Ridwan menjelaskan, secara spesifik wilayah terdampak meliputi perairan Bangka Barat bagian utara dan Bangka Selatan bagian timur.
Kemudian perairan Bangka bagian utara dan Selat Gelasa.
“Tingkatkan kewaspadaan dalam melakukan penangkapan ikan dan pada saat melaut peralatan keselamatan, seperti life jacket, ringboy dan alat navigasi serta alat komunikasi dilengkapi,” ujar Ridwan.
Ia menegaskan bahwa ribuan kapal nelayan beroperasi setiap harinya di wilayah Bangka Belitung maupun perairan yang lebih luas.
“Selalu berkomunikasi dengan rekan-rekan Basarnas, BPBD di kabupaten kota dan pengurus HNSI masing-masing,” imbau Ridwan.
Ridwan menambahkan bahwa ada risiko keselatam bagi perahu nelayan dalam kondisi angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.
Selain itu bagi kapal tongkang pada kecepatan angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter.
“Pola angin di wilayah Kepulauan Bangka Belitung umumnya bergerak dari barat daya ke timur laut dengan kecepatan angin 3 sampai 14 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Bangka bagian selatan dan utara Belitung,” ujar Ridwan.
Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) dalam rilis resminya menyatakan Kepulauan Bangka Belitung juga berpotensi banjir rob atau banjir pesisir karena fenomena bulan purnama pada 4 Desember 2025.
Banjir rob diperkirakan berdampak pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan, permukiman dan usaha tambak.





