BANGKA, Infobabel
Harga gas elpiji subsidi tabung tiga kilogram di Kepulauan Bangka Belitung melonjak drastis imbas kelangkaan pasokan yang terjadi sejak sepekan terakhir.
Warga terpaksa membeli di warung eceran meskipun harga meroket, karena tidak mendapatkan jatah di pangkalan resmi.
Hal demikian terungkap saat audiensi dengan perwakilan pedagang di kantor DPRD Bangka Belitung, Senin (2/2/2026).
“Permainan harga sudah sering terjadi, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” kata Abdul Kodir, salah satu pedagang saat audiensi di kantor dewan.
Ia mengungkapkan bahwa HET senilai Rp 18.000 untuk tabung tiga kilogram kerap tidak sesuai kenyataan. Kondisi tersebut berulangkali terjadi sehingga para pedagang harus mengeluarkan biaya ekstra bagi usaha mereka.
“Kondisi saat ini sangat memberatkan pedagang, bagaimana ekonomi mau jalan. Bilang HET di pangkalan, tapi barangnya tidak ada. Belum apa-apa sudah habis,” ujar Kodir.
Hal senada juga diungkapkan Joko, pedagang kaki lima di Pasar Induk Pangkalpinang yang mengaku harus membayar Rp 50.000 untuk mendapatkan elpiji tiga kilogram di warung pengecer.
Pembelian di warung terpaksa dilakukan Joko karena stok yang terbatas di pangkalan, sementara usahanya harus berjalan setiap hari.
“Sebaiknya ini sudah diantisipasi, apalagi menjelang bulan puasa, ada juga Imlek sebentar lagi,” jelas Joko.
Ketua DPRD Bangka Belitung Didit Srigusjaya meminta segera dibentuk tim terpadu agar kelangkaan gas elpiji tidak berlarut-larut.
“Tim terpadu menjadi langkah strategis agar distribusi elpiji tiga kilogram dapat ditelusuri secara menyeluruh, objektif, dan transparan,” ujar Didit.
Ia juga berharap kepolisian untuk mengambil tindakan tegas jika ada yang menyalahgunakan peruntukan gas elpiji subsidi.
“Keterlibatan polisi dalam tim terpadu sangat diperlukan agar pengawasan berjalan maksimal. Termasuk evaluasi jalur distribusi hingga sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambah Didit.
Sementara itu, Sales Area Manager Bangka Belitung Pertamina, Satriyo Wibowo Wicaksono yang hadir dalam pertemuan di DPRD mengatakan bahwa masyarakat bisa kembali mendapatkan gas di pangkalan resmi dalam waktu satu sampai dua hari ke depan.
“Bapak ibu sudah bisa mendapatkan gas elpiji kembali dalam satu atau dua hari nanti. Silakan datang ke pangkalan masing-masing. Kalau tidak ditemukan, hubungi contact person kami,” ujar Satriyo.
Meski demikian, Satriyo meminta masyarakat untuk bersabar karena proses distribusi yang melibatkan beberapa tahapan teknis.
“Pengantaran tidak bisa cepat karena ada beberapa tahapan, bisa dua sampai tiga hari,” tambah dia.





