BANGKA TENGAH, Infobabel
Wisma Ria yang merupakan bangunan aset negara di Desa Lampur, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, kini kondisinya terbengkalai.
Kondisi bangunan yang mulai lapuk dan tidak terurus, kini semakin parah karena disalahgunakan sebagai tempat pecandu lem aibon.
“Ini aset negara sejak zaman Presiden Soeharto, kondisinya terbengkalai. Ditemukan banyak kaleng lem aibon, ratusan kaleng, mereka berkumpul di sini,” kata Anggota DPRD Bangka Belitung Me Hoa saat peninjauan lokasi, Selasa (24/3/2026).
Me Hoa yang didampingi sejumlah perwakilan desa menemukan bangunan Wisma Ria dalam kondisi memprihatinkan saat menggelar silaturahmi lebaran ke-3 Idul Fitri.
“Bangunan ini cukup luas dan besar. Banyak yang masuk menggunakan sepeda motor ke sini tanpa diketahui tetangga sekitar. Kaleng-kaleng ini jadi bukti ada kegiatan maksiat di sini,” ujar Me Hoa, politisi PDI Perjuangan yang juga berasal dari Daerah Pemilihan Bangka Tengah.
Me Hoa mengungkapkan, bangunan wisma dulunya sempat digunakan untuk acara kegiatan desa. Namun seiring bergulirnya reformasi, Wisma Ria justru terabaikan.
Kini gedung tersebut berubah menjadi bangunan kosong yang berdiri diliputi kesunyian.
“Banyak aset negara yang terbengkalai, bisa dimulai dari bangunan ini untuk dilakukan pembenahan. Kami suarakan ini pada kepala daerah dan pemerintah pusat untuk diperhatikan,” ujar Me Hoa.
– Serahkan aset
Ia menilai bangunan sudah bisa dirobohkan dan kepemilikan aset dipindahkan pada pemerintahan desa.
“Sekarang bicara koperasi merah putih, mau dibangun baru, pak presiden harus tau banyak aset yang masih terbengkalai,” beber Me Hoa.
Me Hoa mengatakan, bahwa temuan Wisma Ria yang telah diunggah di media sosial langsung viral.
Salah satu video tersebut telah ditonton ratusan ribu kali serta menuai ratusan komentar netizen.
“Masyarakat mendukung agar aset-aset negara yang terbengkalai segera difungsikan untuk perputaran ekonomi,” pungkas dia.





