PANGKALPINANG, Infobabel
Antrean panjang kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, bertepatan dengan ulang tahun kemerdekaan, Senin (17/8/2026).
Pantauan Kompas.com sekitar pukul 09.00 WIB antrean pengendara meluber hingga ke pinggir jalan demi mendapatkan bahan bakar subsidi Pertalite dan biosolar.
“Saya kira momen upacara antreannya sedikit, tapi tetap saja ramai sejak pagi,” kata Anto (42), pengendara sepeda motor di SPBU Semabung.
Anto mengaku harus mengantre selama hampir 30 menit agar bisa mendapatkan Pertalite. Pengendara harus menunggu cukup lama karena nozel untuk kendaraan roda dua hanya satu.
“Sejak beberapa bulan ini selalu antre lama, hari libur maupun hari kerja sama saja,” ujar Anto.
Hal senada diungkapkan sopir truk bernama Joko (50) yang terpaksa antre sejak subuh. Ia bahkan sudah menunggu sebelum SPBU dibuka.
“Pakai barcode atau tidak, antrean harus dimulai pagi. Saat siang jangan harap dapat solar subsidi,” ujar Joko.
Joko berharap pemerintah memprioritaskan ketersediaan solar subsidi untuk kendaraan truk dan kendaraan usaha lainnya.
“Seharusnya kendaraan usaha ini diprioritaskan, ini malah dipersulit,” keluh Joko.
Imbas antrean di SPBU Semabung, arus lalu-lintas kerap menjadi terganggu. Selain faktor kepadatan di SPBU, arus kendaraan terhambat karena kendaraan yang hendak berbelok di persimpangan di samping SPBU.
Petugas pun terlihat berjaga-jaga di lokasi sembari mengurai kendaraan yang terjebak macet.
Selain di SPBU Semabung, antrean juga terlihat di SPBU Pasar Pagi, SPBU Selindung dan SPBU Pangkalbalam.
Truk hingga kendaraan roda dua memadati SPBU dengan harapan bisa mendapatkan bahan bakar subsidi sebelum stok habis.





