BANGKA, Infobabel
Kualitas udara di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung terpantau masih baik dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di angka 39 pada Jumat (18/9/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pangkalpinang, Fahrizal mengatakan, hasil pemantauan hingga pukul 16.00 WIB menyatakan bahwa kualitas udara masih aman untuk kegiatan masyarakat di luar ruangan.
“Kualitas udara kita masih baik, aman untuk aktivitas masyarakat walau tanpa masker. Akan lebih baik juga jika memakai masker saat berada di luar,” kata Fahrizal di Pangkalpinang, Jumat sore.
Fahrizal menjelaskan, masyarakat bisa memantau kualitas udara secara real time dengan mengunduh aplikasi indeks pencemaran udara.
Parameter angka 39 menunjukan kualitas udara yang masih baik. Sementara kualitas udara sedang berada di angka 51 – 100. Selanjutnya kualitas udara tidak sehat di angka 101 – 200, sangat tidak sehat 201 – 300 dan kategori berbahaya pada angka di atas 300.
“Secara umum memang kita terpapar kemarau dan karhutla, tapi dampaknya tidak signifikan sehingga kualitas udara kita masih baik,” jelas Fahrizal.
Menurut Fahrizal, karhutla di Bangka Belitung bisa ditangani dalam waktu singkat dengan didukung kondisi lahan yang bukan dominan lahan gambut.
“Beda kondisi kalau daerah lain, gambut. Kalau sudah terbakar api dan asap itu lama hilangnya,” ujar Fahrizal.
Demi menjaga kualitas udara tetap baik, Fahrizal mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan maupun sampah rumah tangga.
Selain itu, masyarakat diharapkan menanam pohon di halaman rumah masing-masing agar tercipta udara bersih setiap hari.
“Bukaan lahan kita masih terkendali, ada banyak pohon. Di rumah warga ada pohon satu-satu, itu semua berkontribusi untuk menjaga kualitas udara tetap baik. Mari kita tanam pohon di mulai dari halaman rumah masing-masing,” ucap Fahrizal.









