BANGKA, Infobabel
Ratusan personel Dalmas Polres Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung menggelar simulasi menghadapi kericuhan saat unjuk rasa.
Selain kemampuan menghalau massa, Dalmas juga dipersiapkan untuk bertahan dari gempuran pengunjuk rasa yang datang bertubi-tubi.
Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak mengatakan, simulasi tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis personel dalam menghadapi massa, tetapi juga akan mengedepankan sikap humanis.
“Kesiapan personel dalam menghadapi aksi unjuk rasa harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan diri. Personel diminta tidak mudah terpancing emosi, terlebih ketika menghadapi situasi yang berpotensi memanas,” kata Helen pada awak media, Jumat (14/8/2026).
Helen mengatakan, tugas pengamanan unjuk rasa bukan semata-mata soal menghadapi massa, tetapi juga bagaimana menjaga situasi tetap aman dan kondusif dengan mengedepankan komunikasi.
“Dalam menghadapi masyarakat, personel harus tetap humanis dan tidak mudah terpancing emosi. Pengendalian diri menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” tegas Kapolres.
Pelatihan Dalmas lanjutan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi saat pengamanan unjuk rasa.
Sebagai upaya pertahanan, personel dilengkapi tameng dalam formasi berbaris yang saling melindungi.
Melalui latihan tersebut, personel diharapkan mampu menjalankan prosedur pengamanan secara terukur, disiplin dan profesional, sekaligus tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Kapolres juga mengingatkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman. Karena itu, ketegasan dalam menjalankan tugas harus berjalan beriringan dengan sikap yang humanis.
“Berupaya memastikan personel tidak hanya siap secara fisik dan teknis, tetapi juga memiliki kesiapan mental serta kemampuan mengendalikan emosi ketika menghadapi dinamika di lapangan,” ujar Helen.







