BANGKA SELATAN, Infobabel
Kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah di Dusun Serdang, Desa Jelutung Dua, Simpang Rimba, Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dipastikan tak ada korban jiwa.
Tim pencarian sempat menemukan satu keluarga yang terjebak api di rumah mereka, dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Meskipun kebakaran ini menghancurkan ratusan tempat tinggal warga, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut,” kata Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Mikel Rachman Junika, Minggu (11/10/2026).
Mikel mengatakan, tim SAR menerima panggilan darurat saat malam kebakaran untuk evakuasi warga yang tertahan di rumah mereka karena terjebak api.
Di tengah penyisiran malam hari, tim berhasil menemukan satu keluarga bersama anak-anak yang masih bertahan di dalam sebuah pondok di area dusun tersebut.
“Mereka berada dalam kondisi terisolasi dengan kepungan asap pekat sisa kebakaran hebat. Petugas segera mengamankan serta mengevakuasi keluarga tersebut menuju titik pengungsian yang lebih aman,” ujar Mikel.
Kebakaran melanda Dusun Serdang pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 15.10 WIB, berawal ketika api dari hutan menjalar ke salah satu rumah warga. Angin yang bertiup kencang membuat si jago merah menyebar dengan cepat dan melahap deretan bangunan satu per satu. Warga yang kewalahan mengendalikan api segera menghubungi tim gabungan untuk meminta pertolongan.
Api berhasil dipadamkan berselang enam jam kemudian setelah sejumlah mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Hasil pendataan sementara diketahui sebanyak 450 rumah termasuk gudang dan bangunan sarang walet ludes terbakar.
Warga yang mengungsi mencapai 1.600 jiwa yang sebagian ditampung di SDN 7 Simpang Rimba dan sebagian lainnya tinggal di rumah kerabat mereka.
Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani mengatakan, tim reaksi cepat yang terdiri atas tenaga teknis, pemadam kebakaran, BPBD, Tim SAR, Brimob, relawan, serta pemerintah daerah telah mengevakuasi warga dan menyalurkan logistik, obat-obatan, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Pada tahap pertama, kita utamakan keselamatan warga. Posko pengungsian dan dapur umum telah disiapkan,” ujar Gubernur Hidayat.
Ia juga meminta pemerintah daerah mendata kerugian secara akurat agar pemulihan permukiman dapat segera dilakukan. Selain mengapresiasi kesigapan aparat dan relawan, Gubernur menyempatkan diri menyapa para pengungsi serta mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap potensi kebakaran.
Sementara itu, petugas PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung berada di lokasi kebakaran untuk mencegah potensi bahaya kelistrikan.
Setelah penanganan kebakaran selesai, petugas PLN melanjutkan pemeriksaan dan penanganan jaringan listrik di lokasi terdampak.
Dari pemeriksaan awal diketahui jaringan kabel dan sejumlah tiang terbakar dalam kejadian itu.
General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, menyampaikan bahwa keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama PLN dalam menangani kondisi darurat, termasuk saat terjadi kebakaran yang berpotensi berdampak pada jaringan kelistrikan.
“Setelah penanganan awal, kami melanjutkan pemeriksaan dan perbaikan jaringan untuk memastikan kondisi instalasi aman sebelum pasokan listrik dipulihkan secara bertahap,” ujar Ira.






