Antisipasi Puncak El Nino, Polres Bangka Barat Petakan Titik Api

oleh
oleh

BANGKA, Infobabel

Rentang Agustus 2026 diperkirakan menjadi periode meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung.

Kepolisian mulai memetakan sebaran titik api serta sumber air untuk upaya pemadaman.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak mengatakan, seluruh jajaran telah diperintahkan memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.

“Menginstruksikan seluruh personel untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memperbarui data sumber-sumber air di setiap wilayah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan,” kata Helen pada awak media, Sabtu (1/8/2026).

Helen menegaskan bahwa personel harus bergerak cepat ketika menerima laporan kebakaran.

“Personel yang pertama tiba di lokasi kebakaran diwajibkan melakukan evakuasi terhadap warga maupun harta benda yang terdampak, berkoordinasi dengan pemerintah desa, TNI, BPBD serta mendokumentasikan setiap penanganan di lapangan sebagai bagian dari pelaporan,” ujar Helen.

Dari pemetaan sementara, diketahui sebaran karhutla terbanyak berada di wilayah Mentok yang mencapai 19 titik.

Kemudian, Kecamatan Kelapa 9 titik, Tempilang sebanyak 7 titik, Parittiga 6 titik, dan Jebus 4 titik. Sementara itu, di wilayah Simpang Teritip tidak ditemukan titik api.

Menurut Kapolres, kondisi ini menjadi perhatian serius seiring potensi dampak fenomena El Nino yang dapat meningkatkan suhu dan memperparah kekeringan, sehingga risiko kebakaran semakin tinggi.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, Polres Bangka Barat bersama instansi terkait telah memetakan 113 titik sumber air di wilayah tersebut untuk mendukung percepatan penanganan kebakaran.

“Pemetaan sumber air ini menjadi bagian penting dalam mempercepat respons apabila terjadi karhutla,” jelas Helen.

Kasie Humas Polres Iptu Yos Sudarso menambahkan bahwa selain kesiapan personel, Polres Bangka Barat juga mengajak masyarakat berperan aktif mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun.

“Karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan, aktivitas masyarakat, hingga perekonomian. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama. Jangan menunggu api membesar baru melapor,” ujar Yos.

Menurutnya, langkah deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas, terutama di tengah kondisi cuaca yang mulai kering.

Polres Bangka Barat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran, terutama di kawasan hutan, kebun, dan lahan gambut.

“Seluruh jajaran akan terus meningkatkan patroli serta bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, dan masyarakat guna menekan risiko terjadinya kebakaran selama musim kemarau,” ucap Yos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.