BANGKA, Infobabel
CG alias Sincan (25) belum sempat menghirup udara kebebasan. Ia kembali ditahan polisi, berselang selangkah setelah keluar dari Lapas Narkotika, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.
Sedianya SC dinyatakan bebas atau selesai menjalani hukuman kasus narkoba pada Senin (17/8/2026) atau bertepatan pada hari kemerdekaan.
Tetapi pada hari yang sama, SC kembali ditahan terkait kasus narkoba.
Kepala Bidang Humas Polda Bangka Belitung Kombes Agus Sugiyarso mengonfirmasi bahwa CG merupakan mantan narapidana yang kembali ditahan oleh Direktorat Reserse Narkoba.
“Mantan narapidana yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika,” kata Agus pada awak media, Selasa (18/8/2026).
Agus mengatakan, CG langsung ditahan saat keluar dari Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang setelah selesai menjalani masa pidananya.
Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan kasus narkotika yang sebelumnya melibatkan seorang oknum PPPK berinisial F, dengan barang bukti puluhan paket sabu dan butiran ekstasi siap edar.
“Dari hasil penyelidikan, penyidik mengungkap adanya dugaan keterlibatan CG alias Sincan yang masih aktif mengendalikan jaringan peredaran narkotika dari balik jeruji besi,” jelas Agus.
Hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap telepon seluler yang ditemukan di dalam lapas turut mengungkap adanya komunikasi yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika di luar lapas. Berdasarkan alat bukti dan hasil gelar perkara, CG kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Dalam pengungkapan tersebut, penyidik mengamankan dua unit telepon seluler yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika dan mengendalikan transaksi di luar lapas,” ujar Agus.
CG hanya bisa pasrah ketika sejumlah petugas telah menantinya di luar pintu lapas.
Petugas kemudian memasangkan tali borgol pada pria berkepala plontos tersebut.
Agus menegaskan bahwa Polda Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkotika hingga ke jaringan dan pihak-pihak yang diduga berperan sebagai pengendali.
“Narkoba adalah musuh bersama. Bersama, kita wujudkan Bangka Belitung bersih dari narkotika,” ucap Agus.






