BANGKA, Infobabel
Sebanyak dua unit mobil damkar dikerahkan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.
Petugas kini mengandalkan bantuan stakeholder guna memaksimalkan upaya pemadaman yang berlangsung siang maupun malam hari.
“Terhitung sejak 1 September 2026 sampai hari ini kami sudah menangani sebanyak 41 karhutla,” kata Kepala Pol PP dan Damkar Bangka Belitung, Budi Utama, Sabtu (12/9/2026).
Budi menjelaskan bahwa saat ini bidang damkar provinsi memiliki sebanyak dua unit armada yang dikerahkan menjangkau berbagai lokasi kebakaran.
Namun kondisi yang terbatas tersebut dipastikan tidak mengurangi kinerja tim di lapangan.
“Kendala keterbatasan ini kita atasi dengan sinergi bersama stakeholder yang memiliki armada termasuk dari BPBD, PT Timah dan kepolisian,” ujar Budi.
Ia menambahkan bahwa peran serta masyarakat sangat membantu penanganan karhutla seiring menipisnya sumber air.
“Sumber air kita semakin menipis, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan dan sama-sama mengantisipasi,” ucap Budi.
Berdasarkan citra satelit satu jam terakhir, tercatat sebanyak 12 titik panas di wilayah Bangka Belitung dengan jumlah terbanyak di Belitung Timur dan Bangka Selatan dengan jumlah masing-masing sebanyak empat titik.
Kemudian di Sijuk, Belitung satu titik, Kota Kapur, Bangka satu titik, Desa Tebing, Bangka Barat satu titik, dan Desa Air Mesu Timur, Bangka Tengah satu titik.
Salah satu lokasi karhutla di Bangka Barat yakni di kawasan hutan Nyatoh seluas satu hektare dan lahan milik warga bernama Iwan Kacung seluas sekitar dua hektare.
Personel Polsek Kelapa bersama Bhabinkamtibmas, Unit Intelkam, Forkopimcam Kelapa, BPBD, perangkat Desa Air Bulin, masyarakat serta bantuan pemadam dari PT BPL dikerahkan melakukan penanganan.
Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak mengatakan, mobil pemadan kebakaran dari perusahaan perkebunan dan pertambangan dikerahkan untuk memadamkan api yang berkobar di lahan yang mengering imbas kemarau.
“Sebanyak empat personel Damkar PT BPL dikerahkan bersama satu unit mobil pemadam berkapasitas 4.000 liter air,” ujar Helen.
Ia menambahkan bahwa petugas dan warga berjibaku memadamkan api sekaligus membuat batas agar kobaran tidak merambat ke area lainnya.
Tak berhenti setelah api berhasil dikendalikan, petugas terus melakukan pemadaman dan pembasahan hingga malam.
“Dipastikan api di kedua titik tersebut akhirnya berhasil dipadamkan secara total,” ucap Helen.
Kondisi semak belukar yang kering dan lokasi kebakaran yang terpisah menjadi tantangan dalam proses pemadaman.








