Bangka Tengah, Infobabel
AREAL persawahan di Desa Namang, Bangka Tengah ramai pengunjung yang terdiri dari emak-emak dan anak-anak pada Sabtu (31/5/2025) pagi.
Di sana digelar kegiatan edukasi ketahanan pangan, dalam rangka Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang didukung pemerintah kabupaten serta stakeholder PT CAN dan Pertamina. Kegiatan juga dihadiri Bunda PAUD Bangka Tengah Eva Algafry serta ibu-ibu dari TNI/Polri dan PKK.
Terlihat anak-anak turun ke sawah, merasakan langsung cara mengolah lahan dan memilah bibit padi yang akan ditanam.
Suasana ceria meramaikan suasana, karena panitia juga menyediakan game-game menarik bagi anak.
Kepala Desa Namang, Zaiwan mengatakan, program ketahanan pangan dengan padi sawah terus digiatkan dengan pengelolaan secara organik.
Program ini telah menjadi percontohan nasional karena dikombinasikan dengan madu hutan pelawan yang menjadi komoditas khas daerah Namang.
“Dengan lahan sawah seluas 60 hektare, kami terus mengembangkan program ketahanan pangan dengan padi vareitas unggul, salah satunya berupa beras merah yang baik untuk kesehatan. Kegiatan ini kami kenalkan pada anak usia dini, sebagai pendidikan kita dan generasi penerus bangsa,” kata Zaiwan pada sejumlah awak media.
Zaiwan menuturkan, pemerintahan desa juga mengenalkan berbagai makanan olahan organik yang dapat di konsumsi.
“Kami menyiapkan makanan organik. Mulai dari makanan dari daun simfur, ubi, pisang, dan berbagai macam makanan organik. Selain itu juga kita kenalkan dengan berbagai macam hewan ternak yang ada di Desa Namang, serta kita kenalkan dengan madu Pelawan yang ada di Desa kita,” ujar Zaiwan.
“Bersama dengan siswa dari sekolah-sekolah yang ada di Bangka Tengah, Pangkalpinang dan Sungailiat. Mulai dari TK, SD, dan SMA kita berikan edukasi penanaman padi, sayur dan buah organik di wisata edukasi sawah desa namang ini. Jadi mereka dapat mengetahui proses padi, mulai dari penanaman, hingga menjadi beras yang di konsusmsi setiap harinya. Harapan kita selain mengetahui prosesnya, para siswa ini dapat menghargai nasi yang setiap hari mereka konsumsi,” tambah Zaiwan.
Desa Namang sendiri saat ini di tunjuk oleh Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemdes PDT) sebagai salah satu contoh desa berketahanan pangan dan desa Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat nasional.
Sebagai kades dan pelopor ketahanan pangan berbasis kearifan lokal, Zaiwan kerap diundang menjadi narasumber oleh pihak kementerian.
“Minggu depan akan berangkat ke Sulawesi sebagai narasumber ketahanan pangan berbasis kearifan lokal, diundang kementerian,” pungkas Zaiwan.
Selain padi dan madu hutan pelawan, daerah Namang juga dikenal sebagai sentra tanaman Lada atau tsahang. Rempah yang telah mengantongi indikasi geografis tersebut, dibudidayakan secara profesional melibatkan masyarakat petani Desa Namang.





