PANGKALPINANG, Infobabel
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil mencatatkan diri sebagai daerah dengan tingkat inflasi tahunan terendah kedua secara nasional pada Maret 2026.
Keberhasilan ini tidak lepas dari langkah konkret Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga pangan, salah satunya melalui penyediaan pasokan daging sapi beku dengan harga terjangkau.
Berdasarkan data terbaru, Bangka Belitung mengalami inflasi bulanan sebesar 0,41 persen (mtm), sementara inflasi tahunan tercatat sebesar 1,87 persen (yoy). Angka ini jauh di bawah rata-rata inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen (yoy), serta masih berada di dalam sasaran target nasional sebesar 2,5±1 persen.
Strategi Daging Beku dan Operasi Pasar
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S Tamawiwy, mengungkapkan bahwa salah satu upaya antisipatif paling krusial adalah menjaga ketersediaan daging sapi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Ramadhan, dan Idulfitri 1447 H.
Bank Indonesia telah memfasilitasi distribusi 18,5 ton daging sapi beku dari Bekasi menuju Kabupaten Belitung Timur. Langkah ini diambil untuk meredam potensi lonjakan harga daging sapi di pasar tradisional.
“TPID Belitung Timur telah mendistribusikan daging sapi beku tersebut melalui Operasi Pasar Murah (OPM) di delapan titik dengan harga jual Rp120.000 per kg. Harga ini jauh lebih ekonomis dibandingkan harga pasar yang saat ini berkisar antara Rp155.000 hingga Rp165.000 per kg,” ujar Rommy saat memberikan keterangan di Pangkalpinang, Kamis (2/4/2026).
Kolaborasi Lintas Sektor
Selain intervensi pada komoditas daging, TPID Babel juga sangat agresif dalam melakukan pengawasan lapangan. Rommy menjelaskan bahwa sepanjang periode ini, telah dilaksanakan 46 kali Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah.
Tak hanya itu, inspeksi mendadak (sidak) dilakukan sebanyak 13 kali oleh seluruh pemerintah daerah di bawah pimpinan kepala daerah masing-masing guna memastikan stok pangan tetap aman.
“Berbagai langkah konkret telah dilakukan untuk mewujudkan terkendalinya inflasi pada periode Imlek, Ramadhan, dan Idulfitri tahun ini,” tambahnya.
Tantangan Komoditas dan Visi Jangka Panjang
Secara bulanan, inflasi di Babel masih dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas cumi-cumi, udang, dan daging ayam ras. Sedangkan secara tahunan, kenaikan harga emas perhiasan global menjadi pendorong utama pada kelompok perawatan pribadi.
Meski demikian, Rommy menegaskan bahwa tekanan harga pada komoditas ayam ras dan cumi-cumi saat ini relatif lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada intervensi pasar jangka pendek. “Dalam upaya pengendalian inflasi jangka menengah-panjang, kami terus mendorong kemandirian produksi pangan di Bangka Belitung, terutama untuk komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi,” pungkas Rommy.





