BANGKA, Infobabel
Antrean panjang kendaraan memadati hampir setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (15/7/2026).
Para pengendara mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan solar karena stoknya sering habis.
Anton (35), pengendara sepeda motor di SPBU Semabung Pangkalpinang mengaku harus antre selama satu jam demi mendapatkan Pertalite.
“Kemarin stok habis, sekarang mau tidak mau harus antre sudah satu jam,” kata Anton di lokasi SPBU, Selasa sekitar pukul 09.30 WIB.
Anton mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa antre Pertalite karena harga Pertamax sudah naik drastis. Saat ini dirinya harus menjaga pengeluaran ekstra ketat karena masih kerja serabutan.
“Akhir-akhir ini terasa semakin sulit. Mau beli minyak untuk motor pun susah,” keluh Anton.
Hal senada juga diungkapkan pengendara yang antre di SPBU Kampak, Pangkalpinang.
“Saya datang pagi, rupanya sudah banyak yang antre,” ujar Firman, pengendara sepeda motor Honda Beat.
Ia mengaku telah merasakan antrean panjang kendaraan sejak sepekan terakhir. Kondisi demikian membuat waktunya banyak terbuang sia-sia.
“Habis waktu di SPBU. Dulu sambil kerja langsung mampir isi minyak, sementara sekarang harus direncanakan sejak awal buat antrean,” ujar dia.
Antrean panjang kendaraan terjadi hampir di seluruh SPBU Pangkalpinang, termasuk SPBU Selindung dan SPBU Pangkalbalam.
Petugas tampak berjaga-jaga di lokasi untuk mengatur antrean kendaraan yang meluber hingga ke badan jalan.
Kepadatan di lokasi SPBU terjadi karena puluhan truk ikut menunggu lama demi mendapatkan solar bagi kendaraan mereka.
“Kami sudah pakai barcode tetap saja antre lama. Kalau sore jangan harap dapat minyak solar,” ujar salah seorang pengendara truk yang antre di SPBU Pasar Pagi.
Para sopir truk mengaku jadwal istirahat mereka terganggu karena waktu tersita untuk antrean panjang di SPBU.
Ketua DPRD Bangka Belitung Didit Srigusjaya membenarkan antrean panjang di SPBU setelah melakukan langsung peninjauan lapangan.
“Memang kondisinya saat ini sangat menyusahkan masyarakat kita. Saya hari ini keliling melihat SPBU semuanya antre dan berdampak pada lalu lintas,” ujar Didit.
Ia menegaskan bahwa DPRD secara resmi akan memanggil manajemen distribusi Pertamina terkait kelangkaan BBM yang tak kunjung selesai.
“Kami sudah video call melihat langsung kondisinya dan memanggil Pertamina untuk mempertanyakan solusinya. Harapannya jangan lagi seperti ini, masyarakat harus mudah mendapatkan BBM,” tegas Didit.






