Manila, Infobabel
Sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) TNI siaga untuk mengawal agenda Presiden RI Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Shangri-La Mactan, Cebu, Filipina. Sejumlah alutsista disiagakan di kawasan Sulawesi Utara dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sam Ratulangi di Manado sebagai Posko Komando Tugas Gabungan (Kogasgab).
Alutsista yang dikerahkan antara lain lima jet tempur F-16, pesawat multirole A400M, pesawat C-130J Super Hercules, dan tiga fregat, yakni KRI Brawijaya-320, KRI Prabu Siliwangi-321, dan KRI RE Martadinata-331.
Pesawat A400M, KRI Brawijaya-320, dan KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan alutsista terbaru TNI.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, gelar alutsista kali ini merupakan bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat terjadi di kawasan ASEAN.
“Kegiatan ini melibatkan unsur darat, laut, dan udara untuk menguji interoperabilitas, mobilitas pasukan, kemampuan pengamanan VVIP, serta respons cepat terhadap kondisi darurat,” kata Rico dalam keterangan pers, Jumat (8/5/2026).
Rico memastikan, seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, profesional, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penghormatan terhadap kedaulatan negara sahabat.
“Indonesia memandang stabilitas dan keamanan kawasan sebagai tanggung jawab bersama negara-negara ASEAN. Karena itu, kesiapsiagaan TNI dalam konteks ini merupakan bagian dari kontribusi Indonesia untuk mendukung terciptanya situasi kawasan yang aman, kondusif, dan mendukung suksesnya agenda-agenda strategis ASEAN,” tutur Rico.
Adapun Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin telah meninjau Posko Kogasgab di Lanud Sam Ratulangi pada Kamis (7/5) dan hari ini, Jumat (8/5). Rico menekankan, gelar alutsista kali ini bukan didasarkan pada adanya ancaman atau potensi konflik tertentu yang secara spesifik ditujukan kepada Presiden maupun kepala negara peserta KTT ASEAN.
“Dalam setiap agenda internasional berskala tinggi, standar pengamanan dan kesiapsiagaan memang dilaksanakan secara maksimal sebagai bagian dari prosedur operasi dan bentuk antisipasi profesional aparat pertahanan,” tutur Rico.
Upacara pembukaan KTT ke-48 ASEAN digelar pada hari ini. Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 09.04 waktu setempat.
“Kehadiran Presiden Prabowo pada KTT ke-48 ASEAN mempertegas peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas, memperkuat kolaborasi regional, serta mendorong ASEAN tetap menjadi kawasan yang solid, damai, dan resilien di tengah tantangan global yang dinamis,” tulis siaran pers BPMI Setpres. (sumber indonesiadefensecom)





