BANGKA, Infobabel
Pergerakan angin dari wilayah Kalimantan ikut mempengaruhi kemunculan kabut asap di Kepulauan Bangka Belitung.
Meskipun jarak pandang masih terbilang aman, kabut asap diperkirakan masih berpotensi terjadi imbas musim kemarau yang belum usai.
“Dari pantauan siang tadi memang terlihat kondisi kabut asap, ini dipengaruhi arah angin dari timur terbawa dari Kalimantan,” kata Prakirawan BMKG Pangkalpinang, Annisa Fatikasari, Rabu (14/10/2026).
Annisa menjelaskan, selain kiriman dari Kalimantan, kabut asap juga terbentuk karena adanya sejumlah titik hotspot di Bangka Belitung.
“Hingga pukul 17.00 WIB terpantau sebanyak 54 titik hotspot dengan salah satu titik mengindikasikan karhutla di utara Bangka,” kata Annisa.
Ia memastikan bahwa kabut asap di wilayah Bangka Belitung belum berdampak langsung pada kegiatan masyarakat.
“Kalau pantauan di bandara masih aman dengan visibility 8000 sampai 9000 meter, ini lebih baik dibanding beberapa hari sebelumnya yang mencapai 4000 meter,” ujar Annisa.
Musim kemarau di Bangka Belitung, kata Annisa, masih akan berlanjut sampai November 2026.
Di sisi lain, beberapa daerah juga diprediksi mengalami hujan yang bersifat lokal dengan skala kecil.
“Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan tadi pagi, untuk tiga hari kedepan ada potensi hujan ringan di wilayah Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah,” jelas Annisa.
Sementara Kota Pangkalpinang sebagai ibu kota Bangka Belitung diperkirakan masih mengalami kemarau panjang.
“Perkiraan kita kemarau sampai bulan depan atau November 2026,” ucap Annisa.







