Korban Terakhir Longsor Tambang Timah Pondi Ditemukan, Bersamaan Sang Adik Datang Dari Banten

oleh
oleh

BANGKA, Infobabel

Operasi pencarian korban longsor di kawasan tambang timah Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, resmi berakhir pada Sabtu (7/2/2026). Jenazah korban terakhir, Soleh Hidayat (34), berhasil ditemukan setelah enam hari tertimbun material tanah.

Penemuan jasad Soleh pada pukul 13.35 WIB tersebut membawa suasana haru yang mendalam. Pasalnya, penemuan terjadi hanya berselang satu jam setelah kedatangan adik perempuan korban bersama suaminya yang jauh-jauh datang dari Banten untuk memantau proses pencarian.

“Adik korban dan suaminya tiba di lokasi sekitar pukul 12.24 WIB. Kami telah menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada pihak keluarga,” ujar Kapolsek Pemali, Ipda Tri Nurhadi, saat melakukan pendampingan di lokasi kejadian.

Misi Kemanusiaan Berakhir

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengonfirmasi bahwa dengan ditemukannya Soleh Hidayat, total korban tewas dalam tragedi ini berjumlah tujuh orang. Seluruh korban diketahui merupakan pekerja tambang yang berasal dari Banten.

“Kami telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk proses evakuasi menuju RSUD Sungailiat,” jelas Mikel.

Ia juga secara resmi menutup operasi SAR gabungan yang telah berlangsung secara intensif sejak awal pekan lalu. “Terima kasih kepada segenap unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras selama enam hari ini. Dengan ditemukannya seluruh korban, misi kemanusiaan ini resmi dinyatakan ditutup,” pungkasnya.

Kronologi dan Legalitas Tambang

Tragedi memilukan ini bermula pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, para pekerja tengah berada di dalam lubang tambang bersama alat berat ekskavator ketika longsoran tanah tiba-tiba menimbun mereka.

Meskipun lokasi tambang berada di dalam wilayah Izin Usaha Penambangan (IUP) PT Timah, aktivitas penambangan di lokasi Pondi tersebut dipastikan ilegal karena beroperasi tanpa Surat Perintah Kerja (SPK) resmi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengambil langkah tegas dengan menahan tiga orang tersangka yang diduga bertanggung jawab atas kelalaian yang merenggut tujuh nyawa pekerja tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.