BANGKA, Infobabel
Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Belitung Timur, Bangka Belitung kini terganggu akibat mobil damkar mengalami kerusakan saat aksi demo penambang.
Dari dua unit damkar yang dimiliki Pemkab Belitung Timur, hanya satu unit yang bisa beroperasi secara penuh.
Kasat Pol PP dan Damkar Belitung Timur, Novis Ezuar mengatakan, satu mobil damkar mengalami kerusakan saat berupaya memadamkan api dari gedung PT Timah yang terbakar.
“Kami dapat laporan ada kebakaran sekitar pukul 11.30 WIB, kemudian bergerak ke lokasi agar api tidak sampai ke rumah warga,” kata Novis, Rabu (12/8/2026).
Novis mengatakan, ketika damkar tiba di lokasi, massa telah berkerumun, menghambat akses masuk.
Dua mobil damkar yang dikerahkan ke lokasi, dipaksa mundur.
“Kami terpaksa mundur dan ketika itu ada lemparan-lemparan yang menyebabkan kerusakan pada kaca bagian depan, samping dan lampu,” ujar Novis.
Beruntung dalam kejadian itu tidak ada personel yang terluka, mereka berhasil kembali ke markas dalam kondisi selamat.
“Alhamdulillah personel kami selamat. Kerusakan mobil saja yang diperkirakan nilainya Rp 10 juta,” ungkap Novis.
Kini untuk upaya pemadaman Karhutla, petugas mengandalkan satu unit damkar. Sementara satu unit yang mengalami kerusakan, hanya bisa melayani tanggap darurat siang hari yang lokasinya tidak terlalu jauh.
“Demi keselamatan personel, mobil yang rusak belum bisa melayani lokasi yang jauh atau malam hari,” jelas Novis.
Ia mengimbau masyarakat bisa memaklumi kondisi yang dialami damkar sampai proses perbaikan selesai dilakukan.
“Tentu ini sangat mengganggu dalam penanganan Karhutla, kami mohon masyarakat bisa memahami kondisi yang terjadi,” ujar Novis.
Dia menambahkan bahwa kerusakan armada akibat demo penambang, telah dilaporkan pada kepolisian.
“Sudah kami laporkan ke Polres, diminta dilaporkan apa dampak yang terjadi,” ucap dia.
Aksi unjuk rasa masyarakat penambang di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, berakhir ricuh pada Jumat (7/8/2026) setelah massa merusak dan membakar sejumlah fasilitas serta kendaraan milik perusahaan negara, PT Timah Tbk.
Insiden ini dipicu oleh kekecewaan penambang terhadap harga pembelian bijih timah yang dinilai terlalu rendah, sekaligus tuntutan agar meja goyang non-mitra atau kolektor lokal kembali diizinkan membeli hasil tambang masyarakat.
Keterangan resmi dari Polda Bangka Belitung mengungkapkan bahwa peristiwa demo bermula sekitar pukul 09.30 WIB ketika massa bergerak menuju kantor PT Timah di kawasan Pasar Lenggang dan memaksa masuk ke area kantor serta bagian Pengawasan Produksi.
Kericuhan sempat mereda saat aparat Polres Belitung Timur tiba untuk memediasi dan menampung tuntutan warga yang mendesak kehadiran manajemen perusahaan.
Namun, karena perwakilan manajemen tak kunjung datang, emosi massa meluap hingga berujung pada aksi perusakan bangunan, kendaraan, serta area Gudang Bijih Timah yang berada sekitar 300 meter dari kantor utama.





