BANGKA, Infobabel
Harga ikan di pasar Batu Belubang, Bangka Tengah dan pasar Air Itam Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung merangkak naik, Minggu (18/1/2026).
Pedagang mengaku kenaikan harga ikan disebabkan kurangnya pasokan imbas cuaca buruk.
“Cuaca lagi tidak bagus, angin kencang. Kapal nelayan banyak tidak melaut,” kata Joko (50), pedagang ikan di Batu Belubang, Minggu.
Joko menuturkan, tangkapan nelayan dominan berupa ikan sarden yang jarang dikonsumsi langsung masyarakat.
Ikan tersebut biasanya diolah sebagai bahan baku pempek atau kemplang.
Sementara ikan yang dijual saat ini merupakan stok yang jumlahnya tidak terlalu banyak.
“Banyak dari gudang dalam beberapa hari ini,” ujar Joko.
Dari pantauan, lapak pedagang yang biasanya dijejali berbagai jenis ikan tampak banyak yang kosong.
Hanya ada beberapa jenis ikan seperti ikan singkur dan ikan ekor kuning yang dijual Rp 35.000 per kilogram, naik dari harga biasanya Rp 30.000.
Bahkan untuk cumi dan udang, tidak ada stok yang tersedia di pasar Batu Belubang.
Kondisi demikian terasa kontras dengan lokasi pasar Batu Belubang yang berhadapan langsung dengan pantai, tempat kapal-kapal nelayan sandar sepulangnya melaut.
Selama ini pasar Batu Belubang jadi tujuan pembeli karena berfungsi juga sebagai tempat pelelangan ikan (TPI).
Sementara itu, cumi dan udang hanya tersedia di Pasar Air Itam yang lokasinya terpaut sekitar lima kilometer.
Di pasar tersebut, harga cumi terpantau melonjak drastis dari biasanya Rp 90.000 per kilogram, mengalami kenaikan Rp 40.000, menjadi Rp 130.000 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada udang dari biasanya Rp 80.000 menjadi Rp 100.000 per kilogram.
Para pembeli yang pergi ke pasar pagi-pagi demi mendapatkan ikan segar, terpaksa mengurangi porsi pembelian karena harga yang mahal.
“Tadi harapannya bawa Rp 100.000 dapat cumi sekilo dan masih ada kembalian, tapi harga sudah naik, jadinya beli setengah,” ujar pengunjung bernama Ratna.






