PANGKALPINANG, Infobabel
Sebanyak 170 pedagang emperan di kawasan Pasar Pagi, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung bakal direlokasi ke dalam gedung dua lantai di tengah pasar.
Pedagang akan ditempatkan dalam kios lantai dua dengan biaya yang digratiskan selama enam bulan pertama.
Wali Kota Pangkalpinang Saparudin Udin mengatakan, relokasi pedagang bagian dari penataan kawasan pasar yang selama ini terkesan semrawut.
“Enam bulan diberikan gratis. Ini dispensasi kepada para pedagang, cukup waktu untuk pengenalan lokasi dan pelanggan kembali datang untuk berbelanja,” kata Udin di Pangkalpinang, Sabtu (7/11/2026).
Udin mengatakan, sosialisasi penataan kawasan pasar telah dilakukan sejak jauh hari sebelumnya. Pemkot Pangkalpinang juga menggiatkan aksi bersih rutin di kawasan pasar sebagai langkah persiapan.
“Kita berupaya persuasif kepada pedagang yang tidak pada tempatnya. Kita tidak mengusir mereka berdagang, tetapi mengatur supaya baik yang berdagang maupun yang berbelanja merasa nyaman,” ujar Udin.
Pasar Pagi merupakan pasar tradisional yang ramai pengunjung sejak subuh hingga siang hari. Lapak pedagang sembako memenuhi jalan masuk pasar hingga badan jalan yang memicu terjadinya kemacetan lalu lintas. Kondisi pasar yang kurang tertata menyebabkan saluran air tersumbat dan tempat parkir kendaraan meluber hingga ke badan jalan.
Udin mengungkapkan bahwa lingkungan pasar akan direvitalisasi termasuk pengaspalan jalan di Pasar Pagi. Ia berharap seluruh pedagang dapat mendukung kebijakan pemkot sehingga penataan Pasar Pagi Pangkalpinang dapat berjalan lancar dan kawasan pasar menjadi lebih tertib, bersih, serta nyaman bagi masyarakat.
“Pedagang sudah kita data semua dan sudah kita sosialisasikan. Jadi, semua yang di luar ini kita naikkan ke atas. Nanti mereka akan mencabut lot per kelompok. Pedagang yang menjual barang kering di atas, sedangkan yang basah-basah di bawah,” jelas Udin.
Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM Kota Pangkalpinang, Muhammad Yasin, mengatakan pendataan terhadap pedagang di area pelataran telah dilakukan sebagai langkah awal sebelum proses pemindahan.
Menurutnya, pemerintah juga tengah memastikan ketersediaan los, kios, dan lapak yang dapat digunakan untuk menampung seluruh pedagang tersebut.
“Persiapan pertama, kami sudah melakukan pendataan jumlah pedagang yang berada di pelataran. Mereka juga sudah kami klaster berdasarkan jenis dagangannya, mana yang berjualan barang basah dan kering,” kata Yasin.
Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 170 pedagang yang perlu diakomodasi dalam penataan tersebut.
Sementara itu, untuk menampung pedagang, Diskopdag bersama UPT Pasar masih melakukan pengecekan kapasitas tempat yang tersedia. Kemudian kebutuhan tempat lainnya akan dioptimalkan melalui pemanfaatan dua lorong serta los dan kios yang tersedia.







