BANGKA, Infobabel
Seorang penambang timah bernama Sareanda (19) ditemukan tewas mengapung di kolam tambang, Desa Kusam, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 20.35 WIB.
Korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang usai diterkam buaya saat mencuci pasir timah yang baru ditambang.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Mikel Rachman Junika mengatakan, jasad warga Desa Kusam tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi pertama kali ia disambar buaya.
“Penemuan terjadi setelah tim SAR gabungan yang bergerak di lapangan terus membuntuti dan menghalau pergerakan predator buas tersebut,” kata Mikel pada awak media, Minggu (27/9/2026).
Mikel menuturkan bahwa proses evakuasi berlangsung mencekam karena seekor buaya berukuran besar masih terlihat menggigit jasad korban.
“Bersama para penambang terus menghalau buaya tersebut agar menjauh,” ujar Mikel.
Berselang dua jam berburu waktu di kegelapan malam, buaya akhirnya melepaskan gigitannya dan pergi menjauh.
“Personel gabungan bersama warga langsung turun ke dalam air untuk mengevakuasi tubuh korban, yang kemudian segera dibawa ke rumah duka,” ucap Mikel.
Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 18.00 WIB. Korban yang baru saja selesai menambang dan berhasil mengumpulkan pasir timah berniat mencuci hasil tambangnya di atas ponton rajuk.
Namun nahas, saat baru melangkahkan kaki dari daratan menuju ponton, seekor buaya berukuran besar tiba-tiba muncul dan menyambar tubuh korban, lalu menyeretnya ke dasar kolong air. Kejadian mengerikan tersebut disaksikan langsung oleh kakak kandung korban, Tarmizi, yang berada tidak jauh dari lokasi.
Pihak keluarga dan warga sempat berupaya melakukan pencarian mandiri sebelum akhirnya melapor ke Basarnas Pangkalpinang pada pukul 18.55 WIB melalui perwakilan keluarga, Wawan. Merespons laporan tersebut, Basarnas Pangkalpinang langsung menerjunkan tim rescue dari Unit Siaga SAR (USS) Belinyu pada pukul 19.15 WIB untuk menggelar operasi SAR malam hari bersama Polsek Belinyu, keluarga, dan masyarakat setempat.
Mikel mengonfirmasi bahwa jasad korban telah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Seiring dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Atas musibah ini, Kantor SAR Pangkalpinang menyampaikan rasa duka cita yang mendalam serta apresiasinya kepada seluruh unsur yang terlibat di lapangan.
Sementara itu, seekor buaya sepanjang enam meter telah ditangkap di lokasi yang sama. Buaya tersebut yang diduga telah menerkam penambang.






