BELINYU, Infobabel
Penguatan Pembinaan Ketahanan Wilayah Maritim (Bintahwilmar) tidak lagi hanya bertumpu pada aspek pertahanan, tetapi juga melalui penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Menjawab hal tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung membangun ekosistem budidaya laut berbasis rumpon hybrid di Dusun Bukit Beting, Desa Bintet, Kecamatan Belinyu, Senin (4/5/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari integrasi dengan program Kampung Bahari Nusantara (KBN) inisiasi TNI AL, sekaligus mendorong pergeseran fundamental struktur ekonomi masyarakat pesisir. Ketergantungan pada sektor pertambangan diarahkan bertransformasi menuju pemanfaatan potensi maritim yang lebih berkelanjutan, produktif, dan bernilai jangka panjang.
Ekosistem yang dibangun mencakup rumah pijah sebagai inkubator cumi dan lobster, penyediaan keramba jaring apung (KJA), hingga instalasi atraktor hybrid dan fish shelter sebagai habitat buatan yang dirancang untuk meningkatkan populasi biota laut secara alami.
Pemanfaatan fish shelter berbahan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari pembangkit listrik PLN menjadi elemen kunci dalam program ini.
Selain sebagai bentuk implementasi ekonomi sirkular, penggunaan FABA dinilai aman dan efektif dalam mendukung pembentukan terumbu buatan serta meningkatkan produktivitas perairan.
Komandan Lanal Bangka Belitung, Kolonel Marinir Yulindo, S.E., M.M., CRMP., menegaskan bahwa kemandirian ekonomi nelayan adalah fondasi utama dari Bintahwilmar.
“Bintahwilmar bertujuan mewujudkan Ruang, Alat, dan Kondisi Juang yang tangguh demi pertahanan negara. Melalui kolaborasi bersama PLN, kita memperkuat kondisi sosial masyarakat pesisir. Nelayan yang sejahtera dan berdaya secara ekonomi akan menjadi garda terdepan yang solid dalam menjaga stabilitas keamanan di beranda laut nusantara. Ke depan, fasilitas ini harus terus dijaga dan dikembangkan oleh warga agar tidak lagi semata-mata bergantung pada tambang,” tegas Kolonel Yulindo.
Di sisi lain, General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, memaparkan bahwa sinergi ini merupakan bukti nyata kehadiran perseroan yang kini bergerak melampaui tugas kelistrikan. Pemanfaatan material FABA juga merepresentasikan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Sinergi ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun ketangguhan daerah. Melalui inovasi FABA dan teknologi rumpon hybrid, PLN mendampingi TNI AL dalam memperkuat Bintahwilmar. Kami berharap ekosistem perairan pesisir Belinyu menjadi jauh lebih produktif, sehingga kemandirian ekonomi masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan,” urai Ira.
Program ini juga diperkuat melalui kolaborasi lintas elemen, termasuk keterlibatan kalangan akademisi. Rahadian, mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung (UBB) yang terlibat dalam tim pengelola, menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkan berjalan secara terintegrasi dari hulu ke hilir.
“Sistem ini terintegrasi dari hulu ke hilir. Rumah pemijahan berfungsi menetaskan telur cumi secara aman. Setelah itu, benih dipindahkan ke keramba jaring apung di laut lepas untuk proses pembesaran,” jelas Rahadian.
Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam program ini menjadi ruang pembelajaran nyata sekaligus membuka perspektif terhadap potensi sektor maritim ke depan.
Melalui sinergi ini, pesisir Belinyu tidak hanya didorong keluar dari ketergantungan ekonomi berbasis ekstraktif, tetapi juga diarahkan menjadi kawasan produktif berbasis kelautan yang berkelanjutan. Lebih dari itu, kolaborasi ini menegaskan bahwa penguatan masyarakat pesisir merupakan kunci dalam membangun ketahanan wilayah maritim yang tangguh.
Media Sosial PLN UIW Babel:
📌 Facebook: PLN Wilayah Bangka Belitung
📌 Twitter/X: @PLNBabel
📌 Instagram: @pln_bangkabelitung






