BANGKA, Infobabel
Diperkirakan lebih dari 1.345 penumpang rute Pangkalpinang – Jakarta dan sebaliknya batal terbang imbas erupsi dan abu vulkanik anak gunung krakatau, Minggu (6/9/2026).
Penumpang mengaku mengalami penundaan hingga tiga hari.
“Ditunda tiga hari akibat erupsi anak krakatau,” kata Marzam (56), penumpang di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Minggu.
Marzam menjelaskan bahwa ia rencananya berangkat Minggu (6/9/2026) pukul 08.30 WIB tujuan Jakarta menggunakan pesawat Super Air Jet.
Belakangan penerbangan dibatalkan karena faktor bencana alama dan ia pun harus menunggu selama tiga hari untuk mendapatkan rute penerbangan yang sama.
“Kami berangkat dua orang, taunya pembatalan setelah di bandara,” ujar Marzam.
Ia mengaku rugi karena terlanjur mengeluarkan ongkos perjalanan dari rumah ke bandara.
“Informasinya tidak dari awal, sudah terlanjur ke bandara,” keluh Marzam.
Hal senada juga diungkapkan Joko, penumpang Citilink tujuan Pangkalpinang – Jakarta.
Penerbangan dibatalkan maskapai dan penumpang diberi kesempatan untuk melakukan penjadwalan ulang.
“Barusan pengumumannya batal. Kami disuruh melapor. Belum tau jadwal penerbangannya kapan,” ujar Joko.
Kini Bandara Depati Amir Pangkalpinang hanya melayani rute Pangkalpinang – Tanjung Pandan dan Pangkalpinang – Palembang.
Sementara rute tujuan Jakarta dinilai masih berbahaya bagi penerbangan imbas abu vulkanik dari anak krakatau di Selat Sunda.
Petugas piket Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Rahmat Santoso, mengatakan, penumpang yang terdampak bisa mengajukan pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang (reschedule).
“Dampak dari erupsi gunung anak krakatau,” ujar Rahmat di bandara.
Pembatalan penerbangan dilakukan seluruh maskapai yang melayani rute Pangkalpinang – Jakarta dan sebaliknya.
Sementara untuk rute Pangkalpinang – Tanjung Pandan Belitung dan Pangkalpinang Palembang masih terpantau normal.
Total dari 18 penerbangan harian yang dilayani Bandara Depati Amir Pangkalpinang, sebanyak 12 di antaranya telah dilakukan pembatalan.
Penerbangan yang dibatalkan terdiri dari enam penerbangan keberangkatan dan enam penerbangan kedatangan.
Para penumpang diharapkan menghubungi pihak maskapai masing-masing untuk mengetahui jadwal pasti penerbangan mereka.
Kebijakan pembatalan penerbangan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi yang terjadi pada gunung anak krakatau.







