Bangka, Infobabel
Pantai Tikus Emas di Sungailiat, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung ramai pengunjung pada momen libur akhir pekan, Minggu (19/7/2025).
Kolam pemandian anak dan dewasa yang baru dibuka sebagai wahana baru, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
“Sengaja datang bawa anak karena ada kolam pemandian. Mau belajar renang,” kata salah satu pengunjung bernama Firman (42).
Firman datang bersama istri dan dua anaknya harus membayar biaya tambahan untuk bisa mengakses kolam renang, yakni orang dewasa dikenakan Rp 20.000 dan anak-anak Rp 15.000.
Ada tiga petak kolam dengan kedalaman bervariasi yang bisa digunakan pengunjung.
Kolam tersebut menghadap langsung ke hamparan laut lepas, membuat suasana terasa lega dan memanjakan pandangan.
Pantai Tikus Emas bagian dari destinasi pantai yang membentang di lintas timur Bangka.
Pantai ini memiliki tugu ikonik berupa tikus emas yang sering dijadikan tempat berswafoto bagi para pengunjung.
Hamparan pantai yang luas, begitu juga tempat parkirnya yang sangat lapang, terasa teduh dengan pepohonan cemara yang tumbuh menjulang.
Selain kolam renang, juga ada wahana memanah, paint ball, jet ski dan sewa kendaraan ATV yang bisa dijajal pengunjung.
“Suasana adem, cocok untuk wisata keluarga, bersantai sambil menggelar tikar di sela pepohonan,” ujar pengunjung lainnya bernama Esa.
Menurut Esa, dirinya bersama keluarga cukup sering berkunjung ke Pantai Tikus Emas.
“Rasa lebih nyaman dengan suasa pantainya, tarif masuk juga terbilang murah dibanding pantai yang sudah ada resort,” ujar Esa.
Tarif masuk pantai ini dihitung Rp 5.000 per orang dengan ditambah biaya parkir kendaraan minibus Rp 5.000 dan sepeda motor Rp 2.000.
Kunjungan ke Pantai Tikus Emas terbilang ramai pada akhir pekan atau saat liburan sekolah.
Rata-rata kunjungan per hari sebanyak 500 orang dan pada akhir pekan bisa meningkat dua kali lipatnya.
Pantai Tikus Emas yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Pangkalpinang dikelola warga setempat di bawah pengawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Sigambir Kotawaringin.
Konon Pantai Tikus Emas pertama kali dihuni kelompok keluarga Bun Ten Fu yang mengandalkan hidup dari berburu yang kemudian dijuluki San Lo Chu atau tikus hutan.








