BANGKA, Infobabel
Kepulauan Bangka Belitung kini dalam kondisi waspada cuaca ekstrem yang mencakup hujan lebat disertai angin kencang, petir dan puting beliung.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung Arie Primajaya mengatakan, dari sepuluh jenis kebencanaan, cuaca ekstrem berada di peringkat pertama dengan 11 kejadian selama Oktober 2025.
“Selama Oktober 2025 kami mencatat ada 14 kejadian yang terdiri dari cuaca ekstrem 11 kejadian dan Karhutla sebanyak tiga kejadian,” kata Arie di Pangkalpinang, Kamis (6/11/2025).
Arie menjelaskan, delapan jenis bencana lainnya yakni abrasi, banjir, tanah longsor, gempa, kecelakaan industri, kekeringan, kebakaran dan erupsi gunung api tercatat nol kasus.
“Secara spesifik kami sudah sampaikan waspada hujan lebat disertai angin kencang, terutama warga di pesisir pantai,” ujar Arie.
Dia menambahkan, pada pekan lalu puting beliung merusak sejumlah rumah warga di Desa Rukam, Mendo Barat, Bangka.
Dalam kejadian itu petugas telah diturunkan ke lokasi untuk menyalurkan bantuan tahap awal seperti terpal dan makanan.
“Ini masuk jenis cuaca ekstrem yang disertai hujan,” ujar Arie.
Sementara dari segi sebarannya, kejadian bencana paling banyak berada di Kota Pangkalpinang sebanyak empat kejadian.
Kemudian Bangka Tengah dan Bangka Barat yang masing-masing tiga kejadian, serta Bangka Induk sebanyak dua kejadian.
“Alhamdulillah untuk korban jiwa nol kasus,” ucap Arie.
Arie mengimbau warga untuk tidak berada di ruangan terbuka atau di bawah pohon saat hujan lebat yang disertai petir.
Selain itu warga diharapkan rutin membersihkan selokan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang memprediksi pada 7 – 10 November 2025, tinggi gelombang 1,25 sampai 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Gelasa dan perairan Pulau Belitung bagian timur dan selatan.
Pola angin di wilayah Kepulauan Bangka Belitung umumnya bergerak dari Barat ke Timur Laut dengan kecepatan 1 sampai 11 knot dengan kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Pulau Belitung bagian timur dan utara.






