BANGKA, Infobabel
Aksi demo yang digelar ribuan penambang di Desa Lenggang, Belitung Timur, berakhir ricuh, Jumat (7/8/2026).
Dua kantor operasional milik PT Timah (Persero) Tbk dibakar massa dan bendera merah putih dikibarkan setengah tiang.
Massa bergerak dari berbagai desa di Belitung menggunakan puluhan truk untuk menyampaikan aspirasi terkait harga pasir timah yang murah dan sulitnya melakukan penjualan.
Setibanya di kantor unit produksi sekitar pukul 09.00 WIB, massa mulai berorasi. Mereka menyuarakan sulitnya mendapatkan penghasilan karena tidak adanya jaminan penjualan dan harga yang layak.
Harga jual pasir timah yang sempat disepakati Rp 170.000 per kilogram tidak terlaksana maksimal karena petugas membatasi pembelian dengan alasan uang habis.
Massa akhirnya naik pitam dan memaksa masuk area kantor setelah merusak pintu pagar. Aparat keamanan yang berjaga di lokasi kewalahan meredam amuk massa.
Akibatnya kantor unit produksi dan gudang penyimpanan timah dibakar massa.
Perabotan dan berbagai peralatan di dalam kantor dilaporkan rusak dan hilang dalam kejadian itu.
Selain itu, massa yang tersulut emosi juga merusak sejumlah mobil pemadam kebakaran yang hendak masuk ke lokasi.
Petugas damkar pun terpaksa membawa mundur armada mereka, bergerak menjauh dari kerumunan pengunjuk rasa.
Kepala Bidang Humas Polda Bangka Belitung Kombes Agus Sugiyarso mengatakan situasi keamanan sejak sore hingga malam ini telah kondusif.
Massa mulai membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasi mereka.
“Sekarang situasinya sudah kondusif,” kata Agus saat dihubungi, Jumat malam.
Agus mengatakan, aksi massa dipicu soal kesepakatan pembelian pasir timah dari penambang.
“Kronologi lengkapnya masih didalami, nanti kami sampaikan,” ujar Agus.





