BANGKA, Infobabel
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merogoh kocek tambahan Rp 3 miliar untuk belanja penerbangan domestik jemaah haji.
Alokasi anggaran terpaksa ditambah karena kenaikan harga Avtur pesawat, menyusul konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung Eddy Iskandar mengonfirmasi bahwa penambahan anggaran telah disetujui mengingat jadwal penerbangan haji yang semakin dekat.
“Tambahan Rp 3 miliar yang diambil dari pos belanja tidak terduga. Jadi sifatnya pengalihan anggaran karena maskapai Garuda minta penyesuaian harga karena bahan bakar naik,” kata Eddy saat dihubungi, Rabu (15/4/2026).
Eddy menjelaskan, penerbangan domestik pulang pergi dari Pangkalpinang ke Palembang, Sumatera Selatan ditanggung penuh pemerintah provinsi.
Pada belanja awal telah dialokasikan Rp 8 miliar, kemudian ongkos penerbangan meningkat menjadi Rp 10 miliar lebih sehingga dialokasikan anggaran tambahan Rp 3 miliar.
“Kami berharap anggaran tambahan ini bisa menjaga kualitas layanan untuk para jemaah haji. Saat ini memang harus ke Palembang dulu dan dari sana langsung ke Arab Saudi,” ujar Eddy.
Menurut Eddy, alokasi anggaran penerbangan domestik yang saat ini seratus persen ditanggung provinsi akan dievaluasi lagi.
“Tahun depan bagaimana supaya dibagi dengan kabupaten dan kota, tidak lagi ditanggung penuh oleh pemprov,” jelas Eddy.
Plt Kabiro Kesra Bangka Belitung Yasir Mustafa mengatakan, kesepakatan penerbangan domestik sempat terkendala biaya karena maskapai mengajukan perubahan biaya.
“Kami sampaikan kendala biaya karena harga Avtur naik, jadi ini kesepakatan bersama DPRD untuk ditambah,” ujar Yasir.
Jumlah jemaah haji Bangka Belitung awalnya tercatat sebanyak 1.077 orang, tetapi ada tiga orang yang mutasi atau berangkat dari embarkasi lain sehingga menjadi 1.074 orang ditambah 10 petugas haji.
Jemaah diberangkatkan dalam tiga kelompok penerbangan mulai 1 Mei 2026.






