BANGKA, Infobabel
Ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 4,53 persen (year on year).
Jika dibandingkan triwulan tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,54 persen, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 di Bangka Belitung relatif konstan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bangka Belitung Rommy S Tamawiwy mengatakan, tercatat pertumbuhan yang cukup tangguh di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian global, serta moderasi perekonomian daerah yang masih terus berjalan.
“Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi yang positif tersebut terutama ditopang oleh kinerja lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang secara tahunan tumbuh sebesar 39,46 persen,” kata Rommy pada awak media, Kamis (7/5/2026).
Rommy menjelaskan, pertumbuhan didorong oleh perluasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang meningkat signifikan dibandingkan triwulan I 2025.
Kemudian terjadi geliat ekonomi yang meningkat pada periode Ramadhan, Idulfitri, dan Imlek tahun ini yang berlangsung berdekatan.
“Laju perekonomian juga didorong oleh kinerja positif lapangan konstruksi sejalan dengan masifnya pembangunan SPPG dan KDMP, serta pertanian,” jelas Rommy.
Ia menambahkan, konsumsi rumah tangga tetap tumbuh positif sebesar 3,88 persen yang didorong oleh makin masifnya aktivitas SPPG dan KDMP. Hal ini turut berdampak terhadap masyarakat, yakni terbukanya lapangan pekerjaan baru yang mendorong peningkatan pendapatan sehingga konsumsi masyarakat tetap terjaga.
Selanjutnya konsumsi pemerintah juga tumbuh positif sebesar 14,58 persen yang didorong oleh meningkatnya belanja pegawai sejalan dengan pembayaran gaji ke-14 (THR) untuk ASN dan Non ASN.
“Termasuk adanya peningkatan belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat/pemerintah daerah melalui implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Rommy.
Selain itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 4,50 persen sejalan dengan meningkatnya aktivitas investasi fisik, termasuk pembangunan SPPG dan KDMP serta pembelian kendaraan bermotor baru.
“Bank Indonesia akan terus mengimplementasikan strategi Optimisme, Komitmen dan Sinergi (OKS) sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui advisory dan berbagai upaya lain seperti mendorong masuknya investasi hilirisasi di sektor perkebunan dan industri pengolahan,” ulas Rommy.
Bank Indonesia juga terus mendorong transaksi digital menggunakan QRIS baik oleh pelaku usaha lokal maupun wisatawan asing melalui QR Cross Border, terlebih dengan telah tersedianya penerbangan internasional Scoot Airlines rute Tanjungpandan ke Singapura, yang diprakirakan akan memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif berbasis kearifan lokal yang didukung dengan gerakan wisata bersih,” pungkas dia.








