PANGKALPINANG, Infobabel
PT TIMAH (Persero) Tbk terus mempertegas komitmennya dalam pembangunan berkelanjutan melalui penguatan sektor pertanian di wilayah operasional perusahaan.
Langkah ini diwujudkan melalui serangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang difokuskan pada peningkatan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani lokal.
Dukungan yang diberikan PT TIMAH mencakup penyaluran sarana dan prasarana pertanian, bantuan bibit, hingga pendampingan teknis bagi kelompok tani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Kepulauan Riau. Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Baca juga : Cetak Generasi Unggul, PT TIMAH Perkuat Karakter dan Akademik Lewat Pemali Boarding School
Modernisasi dan Diversifikasi Pertanian
Bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan karakteristik lahan dan kebutuhan spesifik di masing-masing daerah. Di antaranya adalah alat dan mesin pertanian (alsintan), bibit tanaman hortikultura, hingga pengembangan sistem pertanian modern.
Beberapa kelompok tani yang telah menerima manfaat ini antara lain:
* Wilayah Kepulauan Riau: Kelompok Tani Mitra Mandiri (Desa Kundur), Kelompok Tani Bina Tailong, dan Kelompok Tani Maulana Bukit Naga (Karimun). Perusahaan juga mendukung pertanian hidroponik bagi kelompok perempuan di Setunak.
* Wilayah Bangka Belitung: Gapoktan Kulur Jaya (Bangka Tengah), pembangunan rumah bibit, aquaponic, dan vermikomposting di Bangka Barat, serta pelatihan budidaya cabai untuk Gapoktan Sinar Baru (Bangka Selatan) dan budidaya bawang bagi Kelompok Tani Bina Tani (Belitung Timur).
Selain bantuan fisik, PT TIMAH berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Tepus, Bangka Selatan, untuk mengoptimalkan lahan pascatambang. Lahan tersebut kini disulap menjadi kawasan perkebunan produktif dengan penanaman 200 bibit pohon kelapa hibrida dan mangga harum manis.
Dampak Nyata bagi Petani
Transformasi dari metode manual ke mekanisasi dirasakan langsung oleh Muhammad Azhar, Ketua Kelompok Tani Mitra Mandiri. Ia mengungkapkan bahwa bantuan mini kultivator dari PT TIMAH sangat efisien dalam mengolah tanah.
“Selama ini kami mengolah tanah menggunakan cangkul secara manual, itu cukup melelahkan dan memakan waktu lama. Dengan adanya mini kultivator ini, proses menghancurkan dan meratakan tanah jadi lebih cepat dan hasilnya maksimal,” ujar Azhar.
Senada dengan Azhar, Dedi Junaidi dari Kelompok Tani Bina Tani di Dusun Ganse menyebutkan bahwa prospek bawang merah di wilayahnya semakin menjanjikan berkat pembinaan dan pelatihan budidaya yang diberikan perusahaan.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Sinar Baru, Amir, mengakui adanya peningkatan kualitas hasil panen sejak menjadi mitra binaan PT TIMAH pada tahun 2023.
“PT Timah memberi dukungan modal usaha dan pendampingan teknis. Semenjak itu, hasil panen cabai kami bertambah dan kualitasnya meningkat signifikan,” kata Amir.
Melalui integrasi bantuan modal, teknologi, dan edukasi, PT TIMAH berharap sektor pertanian di lingkar tambang dapat menjadi pilar ekonomi baru yang tangguh dan berkelanjutan bagi masyarakat.







