Sosok Bripka Rian, Jalani Hobi Sebagai Badut

oleh
oleh

PANGKALPINANG, Infobabel

Fardriansyah (37) yang akrab disapa Rian, melakoni hobinya sebagai badut sembari bermain sulap di hadapan anak-anak.
Bukan sembarang badut. Rian merupakan anggota polisi aktif yang kini menyandang pangkat Brigadir Kepala (Bripka).

Ia sehari-hari bertugas di bagian pengamanan objek vital negara (Pam Obvit) Polda Bangka Belitung.

“Saya merasa senang menghibur anak-anak. Melihat mereka tertawa, kita merasa puas, bahagia,” kata Rian saat berbincang, Rabu (6/8/2025).
Rian menjadi polisi pada 2008, namun peran sebagai badut telah dilakoninya beberapa tahun sebelumnya.

Ketika itu Rian bergabung dengan sebuah perusahaan event organizer.
Selain menjadi badut, Rian juga menampilkan trik sulap serta bertindak sebagai pembawa acara (MC).

“Bayaran saya itu tidak menentu. Biasanya dikasih Rp 300.000 – Rp 350.000. Khusus untuk hiburan anak-anak panti asuhan saya gratiskan,” ujar Rian.

“Sejak jadi Bhabinkamtibmas di Desa Tepus, Bangka Selatan saya menghibur anak sebagai badut. Kemudian pada 2019 sempat berhenti karena jadwal yang padat, lalu awal 2025 mulai lagi,” tambah dia.

Agar tidak mengganggu tugasnya sebagai abdi negara, Rian hanya mengambil orderan di luar jam dinas atau saat liburan akhir pekan.
Rian pun menganggap pekerjaannya sebagai badut bukan semata mencari uang, tapi sebagai wujud ekspresi yang bisa membuat hadirin tertawa lepas.

Di sela penampilannya itu, Rian tak lupa menyampaikan pesan literasi tentang pentingnya tertib berlalulintas, salah satunya dengan memperagakan pada anak untuk menggunakan helm saat berkendara.
Selain itu, Rian yang telah berhenti merokok juga kerap menyosialisasikan bahaya asap rokok bagi lingkungan sekitar.

“Acara anak itu kan ada orang tua juga yang mendampingi, jadi pesan-pesan literasi tentang berkendara, efek merokok dan lainnya juga disampaikan,” ucap polisi bertubuh gempal itu.

Menurut Rian tak ada rasa minder maupun risih saat melakoni peran sebagai badut. Keluarganya pun mendukung dedikasi uniknya tersebut.

Bahkan tak jarang Rian datang ke lokasi acara ditemani putra sulungnya yang berumur 10 tahun.

“Alhamdulillah semua memberi dukungan, termasuk orang tua juga. Kadang dari anggota polisi sendiri ada yang minta saya mengisi acara ulang tahun anaknya,” beber Rian bersemangat.

Dia berharap peran sebagai badut juga menjadi ladang ibadah karena membuat orang senang.
Apalagi Rian dan sang istri telah mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji.
“Masa tunggu haji sampai 2051, mudah-mudahan lancar, kalau ada tambahan dari badut Alhamdulillah, kalau tidak tetap disyukuri,” ucap Rian.

Nah, untuk berubah wujud menjadi badut, lanjut Rian tak terlalu merepotkan.
Ia telah menyiapkan kostum serta peralatan kosmetik pada sebuah box plastik.
Box tersebut dibawanya menggunakan sepeda motor, kemudian berganti kostum dan make up di lokasi acara.

“Kira-kira sepuluh menitan sudah berubah penampilan,” ungkap Rian sambil tertawa.
Sementara itu, Herlia Andita, aktivis di Pangkalpinang mengatakan, dirinya mengenal Rian pertama kali saat acara klub mobil beberapa tahun lalu.
Ketika itu Herlia tidak mengetahui bahwa Rian adalah seorang polisi.

“Setelah lama bergaul, kenal sama keluarganya baru tahu kalau polisi. Beliau ini orangnya rendah hati, sampai sekarang banyak anggota klub tak tahu beliau polisi,” ujar Herlia.
Herlia pun berencana mengundang Rian untuk mengisi acara sunatan anak disabilitas pada pekan depan.

“Saya minta beliau hadir sebagai badut, karena acara sosial bagaimana supaya gratis, beliau setuju,” pungkas Herlia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.