PANGKALPINANG, Infobabel
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin membuka program pelatihan peningkatan kapasitas bagi 20 anak muda Kota Pangkalpinang sebagai calon pekerja migran Indonesia (PMI), Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pangkalpinang tersebut merupakan program pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia dengan membekali peserta keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan sebelum bekerja di luar negeri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Prof. Saparudin mengatakan, program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan fasilitas dan kesempatan kepada anak-anak muda Pangkalpinang untuk mengikuti pelatihan sekaligus mendapatkan peluang bekerja di luar negeri.
“Ini merupakan janji kami untuk memberikan fasilitas kepada anak-anak Pangkalpinang agar mereka bisa mengikuti pelatihan dan nantinya dapat bekerja di luar negeri. Hari ini sudah terwujud tahap pertama, yaitu sebanyak 20 orang mengikuti pelatihan selama tiga bulan,” ujar Prof. Saparudin.
Menurutnya, selama mengikuti pelatihan, para peserta akan mendapatkan berbagai fasilitas serta pembekalan yang diperlukan untuk mempersiapkan diri sebelum bekerja di luar negeri.
Ia berharap para peserta tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga mendapatkan pembekalan kepribadian agar mampu beradaptasi, bekerja dengan baik, serta bertahan dalam lingkungan kerja di luar negeri.
“Harapan kami, nantinya mereka diberikan bekal-bekal, termasuk pembentukan kepribadian, sehingga mereka benar-benar siap bekerja di luar negeri dan mampu bertahan serta bekerja dengan baik,” katanya.
Prof. Saparudin juga menyampaikan bahwa para peserta telah memiliki rencana penempatan kerja di luar negeri, khususnya di Arab Saudi. Bahkan, menurutnya, pihak terkait telah berkomunikasi dengan orang tua peserta terkait rencana penempatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa para peserta akan ditempatkan melalui jalur resmi dan legal.
“Mereka ini adalah pekerja migran yang legal. Jadi, keberangkatan mereka ke Arab Saudi sudah dipersiapkan dan difasilitasi, termasuk pengurusan tiket secara gratis,” jelasnya.
Ia juga mengimbau kepada para orang tua agar tidak perlu khawatir melepas anak-anak mereka bekerja di luar negeri. Menurutnya, para pekerja migran akan mendapatkan pengawasan dan perlindungan dari pemerintah melalui perwakilan Indonesia di negara tujuan.







