BANGKA, Infobabel
Sebanyak dua warga ditemukan tewas, diduga akibat terkaman buaya di lokasi berbeda di Bangka Belitung dalam dua pekan terakhir.
Jenazah korban ditemukan tim pencari (SAR) dalam kondisi mengenaskan, masih diikuti sang predator tak jauh dari lokasi penemuan.
Korban pertama tercatat bernama Radit (36) yang ditemukan tewas mengapung di muara Batu Rusa, Bangka pada 20 Juli 2026.
Warga asal Tempilang, Bangka Barat tersebut diserang buaya saat menarik ponton tambang timah.
Proses penemuan korban berlangsung dramatis. Sejak dimulainya operasi penyisiran pada pagi hari, tim SAR gabungan di lapangan sempat beberapa kali melihat predator buas tersebut muncul ke permukaan air.
Saat terpantau oleh tim, buaya tersebut masih menggigit tubuh korban di mulutnya, sebelum akhirnya kembali menyelam dan menghilang ke dasar sungai.
“Upaya penyisiran yang terus dilakukan oleh tim akhirnya membuahkan hasil. Predator buas tersebut akhirnya melepaskan gigitannya, dan tubuh korban ditemukan mengapung di permukaan air, tidak jauh dari posisi perahu karet (rubberboat) milik Basarnas yang sedang melakukan penyisiran,” ungkap Komandan Tim SAR Supani pada awak media, Senin (20/7/2026).
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) Soekarno Kepulauan Bangka Belitung untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Selanjutnya korban kedua merupakan nelayan bernama Samsul (47). Ia ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kolam bekas tambang (Kolong) Kero, Belitung Timur, Jumat (7/8/2026).
Samsul diduga menjadi korban terkaman buaya saat menjaring udang di kawasan itu.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Mikel Rachman Junika mengatakan, korban ditemukan pukul 09.00 WIB sekitar dua kilometer dari lokasi awal kejadian (last known position), tempat di mana peralatan mencari udang dan sepeda motor korban tergeletak.
“Saat ditemukan, kondisi jenazah sangat memprihatinkan, ada bekas luka dan tidak lagi utuh akibat gigitan predator buas yang menghuni kawasan perairan tersebut,” kata Mikel pada awak media, Jumat.
Temuan ini memastikan dugaan awal bahwa korban ditarik oleh buaya saat sedang mencari udang di tepi kolong.
Mikel menjelaskan bahwa tim SAR gabungan telah menyisir lokasi sejak Kamis malam atau saat hari pertama korban dilaporkan hilang.
Mengingat lokasi yang merupakan habitat buaya, pencarian dihentikan dan dilanjutkan pada Jumat pagi.
“Selama pencarian tim melihat beberapa ekor buaya berkeliaran di lokasi,” ujar Mikel.
Upaya penyisiran menggunakan perahu karet akhirnya menemukan jasad korban dalam kondisi mengapung.
“Korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Muhammad Zein Belitung Timur untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Mikel.
Mikel menambahkan bahwa tim menyampaikan rasa simpati dan dukacita yang mendalam atas musibah tersebut.
“Kami dari Kantor SAR Pangkalpinang turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa korban, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada segenap unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras membantu proses pencarian hingga evakuasi,” ujar Mikel.





