BANGKA, Infobabel
Sebanyak empat pendaki yang masih remaja ditemukan dalam kondisi lemas di lereng Gunung Maras, Riau Silip, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.
Sebelumnya para remaja tersebut dilaporkan hilang saat mencoba mencapai lokasi air terjun Meruyan yang dikelilingi hutan lebat.
Tim pencari mengerahkan sistem komunikasi satelit Starlink hingga drone pemindai panas tubuh.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Mikel Rachman Junika mengatakan, para pendaki ditemukan dalam kondisi lemas dan salah satunya mengalami cidera di bagian kaki.
”Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi penemuan, tiga ditemukan dalam kondisi lemas akibat kelelahan. Sementara itu, satu korban lainnya dilaporkan mengalami cedera pada bagian ekstremitas bawah sebelah kanan (kaki),” kata Mikel, Selasa (30/6/2026).
Para pendaki ditemukan pada Senin (29/6/2026) malam setelah tim SAR mengintensifkan penyisiran bersama warga setempat. Pendaki tersebut diidentifikasi bernama Boma (15), Nabil (15), Keanu (15), dan Aufa (15).
Kondisi mereka diketahui setelah salah satu pendaki menghubungi pihak keluarga bahwa mereka tersesat, tidak menemukan jalur pulang.
Mikel mengatakan, proses evakuasi langsung dilakukan tak lama setelah pendaki ditemukan. Tiga korban yang lemas langsung dievakuasi menuju posko Air Terjun Meruyan. Sementara untuk satu korban yang mengalami cedera, evakuasi lanjutan dilakukan pada pukul 06.30 WIB dan langsung dilarikan ke Puskesmas Riau Silip guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
”Tim membagi kekuatan menjadi tiga SRU begitu tiba di lokasi pada Minggu malam pukul 22.56 WIB. Penelusuran dilakukan secara maraton melewati tiga posko pendakian hingga akhirnya para tim SAR Gabungan yang dibantu warga berhasil menemukan mereka menjelang subuh,” ungkap Mikel.
Selain faktor kelelahan, para pendaki diduga mengalami hypotermia atau penurunan suhu tubuh. Mereka juga tidak membawa peralatan dan perbekalan yang memadai untuk kegiatan pegunungan (mountaineering).
Operasi SAR melibatkan sinergi rescuer Kansar Pangkalpinang, Polsek Riau Silip, BPBD Kabupaten Bangka, Babinsa Berbura, Puskesmas Riau Silip, BKSDA, Saka SAR, Laskar Sekaban, Tim Pengelola Manjang Merah, Tim Pengelola Bukit Maras, serta keluarga korban. Berbagai peralatan mutakhir seperti drone thermal dan koneksi Starlink turut dioperasikan guna mendukung kelancaran komunikasi dan pemantauan.
Dengan telah ditemukannya seluruh pendaki dan dievakuasi ke fasilitas medis, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup usai pelaksanaan debriefing pada pukul 09.46 WIB.
”Mewakili unsur pimpinan, apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada seluruh unsur potensi SAR gabungan yang telah berjibaku. Seluruh unsur kini telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” tutup Mikel.





