BANGKA, Infobabel
Sebuah kapal kayu bermuatan ikan ditemukan karam setelah menabrak gugusan karang merah di Laut Bangka, Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat (18/7/2025).
Tiga nelayan yang berada di kapal tersebut bertahan pada bagian kapal yang masih mengapung sampai tim bantuan tiba.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang I Made Oka Astawa mengatakan, tiga nelayan yaitu Marli (35), Harun (60) dan Sakban (58) ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dibawa ke dermaga Pangkalpinang.
“Kapal tersebut bertolak dari perairan karang kering dalam perjalanan pulang ke dermaga nelayan Ampui, tidak sengaja menabrak karang merah,” kata Oka dalam keterangan tertulisnya, Jumat.
Oka menjelaskan, tabrakan dengan karang menyebabkan lantai kapal bocor.
Nakhoda yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha menambal lantai, namun air laut menggenang dengan cepat.
Seluruh ruangan kapal dipenuhi air laut hingga akhirnya karam.
“Kapal mengalami kebocoran pada kayu bagian bawah mesin dan perlahan tenggelam,” ujar Oka.
Seluruh muatan kapal termasuk kotak fiber berisi ikan setelah empat hari melaut ikut tenggelam dalam kejadian itu.
Menurut Oka, upaya penyelamatan dilakukan ekstra hati-hati karena banyak tonjolan karang.
Kapal Rigid Bouyancy Boat (RBB) yang digunakan tim penyelamat tak bisa mendekat, sehingga petugas berenang untuk memberikan lifejacket pada nelayan.
Beruntung kondisi angin dan laut relatif tenang dan evakuasi pun berjalan lancar.
“Seluruh nelayan berhasil dievakuasi ke atas RBB, selanjutnya tim bergerak kembali menuju dermaga PTS Pangkalbalam,” ujar Oka.
Sementara kapal nelayan yang masih menyembul di perairan dangkal tersebut akan ditarik setelah kondisi dinilai aman.
“Kapal yang tenggelam di atas karang dalam keadaan lego jangkar, akan ditarik oleh kapal rekan mereka,” jelas Oka.
Sebelum kejadian itu, para nelayan diketahui berangkat pada 13 Juli 2025 dari dermaga nelayan Ampui, Pangkalbalam menuju fishing ground elang laut untuk mencari ikan.
Setelah 4 hari menginap dan mencari ikan di perairan elang laut, kapal tersebut bergerak ke perairan karang kering dan kembali menginap di sana untuk mencari ikan. Kemudian pada 18 Juli 2025 pukul 06.00 WIB kapal bergerak pulang dan terjadi kecelakaan tersebut.





