BANGKA, Infobabel
Misi pencarian terhadap Kamaludin (60), petani lansia yang hilang di sungai habitat buaya di Desa Tugang, Bangka Barat, akhirnya dihentikan setelah lima hari berlalu tanpa hasil.
Keputusan penutupan operasi diambil setelah tim SAR gabungan melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dan perangkat desa.
“Evaluasi mendalam menyimpulkan bahwa seluruh metode pencarian maksimal telah dikerahkan, namun keberadaan korban belum berhasil ditemukan,” kata Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika di Pangkalpinang, Selasa (9/5/2026).
Mikel menjelaskan bahwa selama lima hari operasi, tim telah menyisir area hutan seluas 23 kilometer persegi dengan metode Explore Search and Rescue (ESAR).
Selain itu, penyisiran visual di atas permukaan air telah dilakukan sepanjang 30 kilometer di sepanjang alur sungai menggunakan rubber boat dan perahu nelayan.
“Kami telah berupaya semaksimal mungkin dengan melibatkan berbagai unsur dan metode pencarian. Mengingat hasil yang masih nihil serta mempertimbangkan berbagai kendala di lapangan, diputuskan operasi SAR ini dihentikan,” ujar Mikel.
Operasi SAR yang melibatkan personel dari Kansar Pangkalpinang, USS Mentok, BPBD Bangka Barat, perangkat desa, serta dukungan dari TNI/Polri dan masyarakat setempat ini berakhir dengan status nihil.
Meskipun operasi SAR dihentikan, pihak Basarnas akan tetap melakukan pemantauan secara berkala.
“Jika ke depan ditemukan informasi akurat atau tanda-tanda keberadaan target, operasi SAR akan segera dibuka kembali,” tambah Mikel.
Kamaludin, warga Desa Tugang Kecamatan Kelapa, dilaporkan hilang di area kebun pada Kamis (4/6/2026). Ia tak kunjung pulang dan pada pencarian hari pertama hanya menemukan sepeda motor dan perkakas kebun.
Mikel mengungkapkan bahwa upaya maksimal telah dikerahkan, tetapi tim SAR menghadapi sejumlah kendala berat di lapangan.
“Kondisi cuaca yang berubah-ubah, mulai dari cuaca cerah hingga hujan lebat, sempat mengganggu aktivitas pencarian. Selain itu, medan penyisiran yang terbatas serta adanya ancaman hewan buas berupa buaya di sekitar aliran sungai menjadi faktor penghambat bagi petugas,” jelas Mikel.





