BANGKA, Infobabel
Warga negara Amerika yang dievakuasi dari kapal pesiar ke RSUD Belitung, Bangka Belitung dipastikan hanya menderita sakit biasa dan tidak terkait wabah Hantavirus.
“Info yang kami terima hanya infeksi biasa saja,” kata Kepala Dinas Kesehatan Belitung Ikhwan Gusnadi saat dihubungi, Rabu (13/5/2026).
Ikhwan mengatakan, pasien tidak menjalani perawatan lama di RSUD Belitung.
“Pasien hanya di observasi di UGD dan setelah reda nyerinya langsung di pulangkan,” ujar Ikhwan.
Diberitakan sebelumnya, seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat menjalani evakuasi medis darurat dari kapal pesiar MV Silver Cloud yang melintas di perairan Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (10/5/2026) dini hari.
Pasien bernama Hebert John David (61) dilaporkan mengalami nyeri hebat dengan skala 9 di bagian perut sebelah kiri.
“Empat hari sebelumnya yang bersangkutan juga mengeluhkan nyeri pada leher yang menjalar ke bahu kiri dan dada, disertai kemerahan, sehingga nakhoda kapal segera meminta bantuan evakuasi,” kata Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Mikel Rachman, pada awak media, Minggu.
Mikel menjelaskan bahwa evakuasi darurat bermula dari informasi Basarnas Command Center (BCC) pada Sabtu (9/5/2026) malam. Kapal yang sedang dalam pelayaran dari Singapura menuju Belitung melaporkan adanya kondisi darurat medis pada salah satu penumpangnya.
“Kini pasien dirawat di RSUD Belitung guna penanganan medis lebih lanjut,” ujar Mikel.
Sementara itu Ikhwan mengatakan, antisipasi penyebaran Hantavirus mulai dilakukan karena sudah ada sosialisasi dari Kementerian Kesehatan.
Pemerintah daerah bakal membentuk tim untuk melakukan pengawasan serta pencegahan pada lokasi yang dinilai rawan.
“Sudah ada sosialisasi soal Hantavirus, sebagai persiapan akan ada tim nantinya,” ujar Ikhwan.
Ia mengungkapkan bahwa langkah antisipasi belum menjurus pada hal-hal teknis karena masih menunggu instruksi lebih lanjut dari kementerian.
“Pastinya belum ada temuan, jadi soal Hantavirus bersifat pemberitahuan agar dilakukan langkah-langkah persiapan. Nanti akan ada koordinasi lebih lanjut,” pungkas Ikhwan.






